Archives May 2020

Ini Cara Untuk Mengobati Dermatographia

 

Jika kulit kamu merasa gatal dan timbul warna kemerahan, dan terlihat seperti kulit tergores itu adalah tanda dermatographia. Selain itu, kulit yang bermasalah biasanya bengkak dan seperti terkena biduran. Tidak banyak orang akrab dengan istilah dermatographia ini. Kebanyakan orang jika mengalami ini hanya menganggap penyakit biasa. Padahal kalau dibiarkan sangat berbahaya. 2 hingga 5 persen populasi manusia mengalami ini. Paling sering yang terserang adalah remahja dan anak-anak. Terutama yang menderita dermatitis, menjadi pemicunya. Biasa disebut dengan skin writing dalam bahasa inggris, kondisi ini dapat diamati saat menggaruk atau kulit tergores, terlihat seperti sebuah tulisan.

Dari laman honestdocs.id mengatakan bahwa kulit akan menampakkan garis merah disertai biduran seperti kulit yang mengelupas. Tentu tidak nyaman bagi siapapun yang mengalami ini. Karena jika sakit parah, akan terasa sangat sakit karena kulit sangat sensitif sekali. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang cara mengobati dermatographia, mari membaca.

Ini Penyebabnya

Secara pasti, sampai saat ini belum diketahui apa penyebab dari dermatographia. Namun telah diketahui beberapa penyebabnya yaitu riwayat alergi penisilin, infeksi, dan suhu yang panas maupun dingin yang berlebihan. Faktor resiko dari penyakit ini adalah jika kamu memiliki kulit yang kering, memiliki penyakit dermatitis, dan memiliki penyakit lain yang menyebabkan gatal.

Tanda dan Gejala Dermatographia

Tanda dan gejala akan tampak ketika kulit tergores. Yang laing umum, terlihat seperti timbul sebuah tulisan. Tanda lainnya adalah kulit bengkak dan mengalami peradangan yang hebat. Bentuk unik, menyerupai garis-garis namun begitu dirasakan sangat gatal sekali hingga kulit berwarna merah. Gejala biasanya kambuh selama kurang lebih 30 menit. Namun dalam beberapa kasus bisa berlangsung hingga berjam-jam atau berhar-hari sampai terasa sangat nyeri. Maka langkah yang paling tepat untuk mengatasinya adalah dengan berkonsultasi ke dokter.

Cara Mengobati Dermatographia

Orang lain mencari opsi pengobatan jangka pendek dan jangka panjang. Saya katakan jangka pendek karena ada saat-saat di mana Anda hanya akan putus asa untuk segala jenis bantuan dari perlu gatal dan mencakar kulit bengkak Anda. Dan jangka panjang karena setelah beberapa tahun berjuang dengan kemerahan dan gatal, Anda akan merasa agak putus asa di dalam. Saya tahu saya melakukannya. Pertama, pahami gatal dan gatal-gatal bisa diobati. Banyak orang di seluruh dunia telah berjuang dengan cara menghentikan rasa gatal yang menyakitkan dan pembengkakan di sekitar tubuh mereka. Saya telah menemukan dalam pengalaman saya bahwa ada tiga cara dasar Anda dapat mengobati dermatographia urticaria. Ini berdasarkan pengalaman pribadi saya selama lebih dari 20 tahun dalam kunjungan dokter, coba-coba, dan berbagai diet sehat. Perawatan untuk dermatographia urticaria melibatkan tiga area utama: pencegahan, mengurangi peradangan, dan penyembuhan tubuh. Kami akan membahas hal ini dan lebih banyak lagi dalam panduan ini dan dengan melakukan itu juga berbicara dengan gatal-gatal, gatal, dan gejala yang menyertai dermagrafisme. Cara lain adalah dengan melakukan diet. Anda harus mengetahui tubuh Anda dan bagaimana tubuh merespons berbagai diet.

Sekian penjelasan detail tentang dermatographia ini. lakukanlah semua anjuran cara mengobati dermatographia yang telah ditulis di atas. Namun perlu dipahami terlebih dahulu secara matang apa itu dermatographia. Lakukanlah secara sistematis. Jangan sampai melakukan pengobatan tanpa memahami terlebih dahulu. Semoga artikel ini bermanfaat. Bagikan selauas-luasnya informasi ini kepada semua orang.

Sumber:

hellosehat.com

Healthline.com

 

 

 

Dermatomiositis adalah Kondisi Serius? Simak Penjelasan Berikut

 

Gangguan kesehatan yang terjadi pada kulit memang tidak sedikit. Berbagai penyebab yang ada mengakibatkan suatu penyakit. Salah satu kondisinya adalah dermatomiositis. Kondisi ini memang mempunyai banyak kesamaan dengan penyakit autoimun yaitu disebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel sehat tubuh. Sama halnya dengan penyakit autoimun, lemahnya kekebalan tubuh bisa mengakibatkan dermatomiositis. Lalu, apakah kondisinya berbahaya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Dermatomiositis?

Dermatomiositis adalah suatu gangguan pada kulit berupa peradangan yang jarang ditemukan. Gejala umum dermatomiositis di antaranya yaitu munculnya ruam di kulit yang khas dan kelemahan juga peradangan otot.

Dermatomiositis adalah gangguan kesehatan kulit yang dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini umumnya terjadi pada orang dewasa yang berusia 40-60 tahun dan anak-anak yang berusia 5-15 tahun. Penyakit ini memang lebih sering diderita oleh wanita dibandingkan dengan pria. Tidak ada obat yang dapat digunakan untuk mengobati kondisi ini, tetapi gejala dermatomiositis dapat diatasi dengan baik.

Sama halnya dengan penjelasan di atas bahwa gangguan kesehatan ini mempunyai penyebab yang sama dengan penyakit autoimun. Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menyebabkan dermatomiositis.

Gejala Dermatomiositis

Setiap gangguan kesehatan pasti mempunyai gejala. Dalam sebagian besar kasus, gejala pertama yang dialami penderita dermatomiositis adalah ruam kulit yang khas di wajah, kelopak mata, dada, ruas jari, area kutikula kuku, lutut, atau siku. Ruam tersebut memang tidak muncul secara merata dan biasanya berwarna ungu kebiruan.

Penderita juga mungkin mengalami kelemahan otot yang bisa memburuk selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Kelemahan otot ini umumnya muncul pada area leher, lengan, atau pinggul yang bisa dirasakan di kedua sisi tubuh.

Gejala lain yang bisa dirasakan oleh penderita dermatomiositis adalah nyeri pada otot, masalah kesulitan menelan, persoalan pada paru-paru, terbentuknya endapan kalsium yang mengeras di kulit, kelelahan, dan mengalami penurunan berat badan yang penyebabnya belum diketahui. Penderita juga bisa mengalami demam yang menjadi salah satu gejala yang sudah cukup parah.

Penanganan Dermatomiositis yang Tepat

Jika Anda mengalami gejala-gejala dermatomiositis yang sudah dipaparkan di atas, segeralah periksakan diri ke dokter. Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan mengenai gejala dan riwayat kesehatan Anda. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.

Dermatomiositis adalah suatu penyakit peradangan otot yang relatif lebih mudah didiagnosis dengan cara mengevaluasi munculnya ruam yang menjadi gejala khas untuk menandai dermatomiositis.

Dilansir dari honestdocs.id, untuk menegakkan diagnosis, dokter melakukan beberapa pemeriksaan yang meliputi MRI, EMG, analisis darah, dan biopsi otot atau kulit. MRI tersebut bertujuan melihat struktur otot dan kelainan yang bisa terjadi. Tes EMG berfungsi menilai fungsi otot dan menghantarkan impuls saraf. Analisis darah bertujuan untuk memeriksa kadar enzim otot juga autoantibodi yang merupakan antibodi yang memang menyerang sel normal. Tes biopsi juga merupakan tes lanjutan yang diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh lebih detail.

Setelah dipastikan bahwa pasien benar-benar positif mengalami dermatomiositis, dilakukanlah metode pengobatan yang sesuai. Sampai saat ini, tidak ada obat untuk mengobati dermatomiositis. Perawatan tersebut bertujuan mengatasi gejala yaitu dengan memperbaiki kondisi kulit dan kelemahan otot. Pilihan perawatan medis yang dilakukan meliputi pemberian obat-obatan, terapi fisik, dan pembedahan.

 

Sumber Artikel:

www.honestdocs.id

www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

www.honestdocs.id

www.alodokter.com

 

Apa saja Sumber bakteri yang baik? Yuk simak bersama

Siapa sangka, jika bakteri yang kita sering ketahui menyebabkan penyakit bahkan penyakit kronis yang pada umumnya terjadi ternyata ada juga bakteri yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh. Meski bakteri dikenal sebagai penyebab penyakit, beberapa sumber bakteri yang baik justru dibutuhkan oleh tubuh. Bakteri inilah yang dimaksud dengan probiotik. Probiotik merupakan mikroorganisme yang dapat membantu tubuh mencegah penyakit dan membantu mengobati penyakit. Selain itu probiotik ini ternyata dapat bermanfaat bagi sistem pencernaan dan meningkatkan sistem imun. Meski jenis bakteri baik atau probiotik cukup banyak dan beragam, namun secara umum terdapat dua grup yang masuk ke dalam klasifikasi jenis bakteri baik tersebut.Lactobacilllus bakteri Lactobacilllus merupakan bakteri baik yang sudah cukup dikenal masyarakat. Bakteri ini dapat kita temukan di yoghurt dan makanan fermentasi. Lactobacilllus baik untuk penderita diare dan penderita intoleransi laktosa. Ada pula bakteri bifidobacterium. Bakteri ini umum ditemukan pada makanan yang berasal dari olahan susu mampu membantu menyembuhkan gangguan sistem pencernaan.[1] Pasti kalian penasaran makanan apa saja yang kaya akan probiotik. “dilansir dari laman Hellosehat” berikut beberapa makanan dan minuman diantaranya yang ternyata mengandung sumber bakteri yang baik bagi tubuh.

  • Kimchi

Kimchi Sauerkraut versi Asia. Kimchi tersebut ternyata hasil fermentasi sawi atau sayuran lain, dan rasanya asin, asam, sekaligus pedas. Biasanya Kimchi ini disajikan dengan makanan-makanan lain khas Korea. Selain mengandung bakteri yang bermanfaat, Kimchi juga mengandung beta-carotene, kalsium, zat besi, dan vitamin A, C, B1, dan B2.

  • Yoghurt

Salah satu sumber probiotik yang paling banyak diketahui orang, dan ternyata yogurt ini paling mudah didapat, apalagi yoghurt buatan sendiri. Yoghurt tersebut merupakan makanan susu yang ditambah dengan probiotik seperti lactobacillus atau acidophilus. Jika membeli di supermarket, perhatikan bahan-bahan tambahan yang terdapat pada produk yoghurt tersebut.

  • Sauerkraut

Sauerkraut adalah hasil fermentasi dari kol (bisa juga dengan sayur lain). Sauerkraut tidak saja kaya akan probiotik, tetapi bisa juga untuk membantu mengurangi alergi. Sauerkraut juga kaya akan Vitamin B, A, E, dan C.

  • Tempe

Makanan yang biasanya jadi menu sehari-hari di Indonesia ini juga kaya akan probiotik. Berasal dari fermentasi kacang kedelai, tempe mengandung vitamin B12. Termasuk sebagai makanan vegetarian, tempe juga bisa disajikan dengan digoreng sedikit, dipanggang, atau dimakan dengan salad.

  • Kefir

Kefir adalah hasil fermentasi susu kambing yang dicampur dengan kefir grain. Selain mengandung bakteri lactobacilli dan bifidus, kefir juga kaya akan antioksidan.

 

Secara keseluruhan, makanan dan minuman sumber probiotik yang telah disebutkan barusan termasuk produk yang aman dikonsumsi oleh setiap orang. Akan tetapi, tidak bagi orang yang memiliki masalah dengan sistem imunitas atau memiliki masalah kesehatan serius. Jika masalah tersebut terjadi tidak dianjurkan bagi sipengidapnya untuk dapat mengonsumsi produk probiotik tersebut, walaupun dikatakan sumber bakteri yang baik namun tetap saja tidak disarankan. Alangkah baiknya konsultasikanlah terlebih dahulu apakah aman tidaknya untuk sipenderita jika melihat seberapa seriusnya masalah yang dialami. Karena beberapa kasus tertentu mengatakan, bahwa terdapat efek samping saat mengonsumsi produk probiotik yaitu sakit perut, diare, perut kembung dan bergas selama beberapa hari. Bahkan terkadang, bisa juga makanan probiotik mengakibatkan alergi. Apabila hal itu terjadi, lakukan segera konsultasi terhadap dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut dan hentikan untuk sementara waktu mengkonsumsi makanan probiotik tadi.

 

 

 

Sumber: Hellosehat.com

[1] Sumber referensi Honestdocs.com